Alhamdulillah ……..
Fyuh ………….

————————————

Setelah menunggu selama 7 bulan lebih, terhitung sejak 1 Desember sampai tanggal …… duh, tanggal berapa ya? Lupa je …… Kalau nggak salah 10 Juli. Ya, 10 Juli. Yup, setelah menuggu selama 1 Desember sampai 10 Juli, akhirnya jawaban dari apa yang saya harapkan saya peroleh.

Alhamdulillah ……..
Matur nuwun, Gusti Allah ………

Kontrak kerja saya turun, pada pertengahan Juli lalu. Tanggalnya saya lupa. Dua kali saya menandatangani surat yang saya tunggu-tunggu itu. Tanda tangan di sisi bawah sebelah kanan pada dua lembar surat kontrak itu, sudah sejak April lalu saya harapkan.

Artinya, saya bisa melewati masa percobaan untuk menjadi bagian dari perusahaan media di mana saya sekarang mencari penghidupan.

Dan kontrak itu bukan akhir dari apa yang sudah saya jalani. Tapi menjadi awal dari langkah kaki saya berikutnya. Tantangannya - buat saya - bukan menjadi lebih ringan. Tapi lebih berat.

Tapi, itu sudah menjadi keputusan. Apapun tantangan itu, sebisa mungkin bisa dilalui, terlepas apakah hasilnya bagus atau tidak. Tapi intinya, sudah berusaha.

Akan ada fase-fase yang mesti saya lewati, seperti yang dituangkan dalam kontrak perjanjian kerja itu. Dan itu, yang saya maksud dengan tantangan yang harus dilewati dan dijalani, bukan dihindari.

Doakan saja, segala sesuatunya berjalan lancar. Kata orang tua saya, “Diantepi. Ojo lali ndonga (Dimantapi. Jangan lupa berdoa).”

Bismillah ………
Saya melangkah ……….