Mengokang, mengarahkan laras ke sasaran, menahan napas sekadar menenangkan lengan yang kadang bergerak-gerak menahan bobot airsoftgun, menyentuhkan jari telunjuk pada trigger, lalu ….. bang !!!, trigger itu ditarik dan sebuah peluru bundar berukuran 6 mm melesat dari laras, mengarah ke sasaran dan … klonthang !!! sasaran yang berujud kaleng alumunium bekas wadah minuman ringan itu bergoyang-goyang ….

Berlari, berlindung di antara gundukan tanah atau rimbun semak belukar, merayap mendekati sasaran, sementara peluru kadang berdesingan di dekat kepala, menemukan tempat persembunyian musuh, membidik sasaran setelah sebelumnya mengokang airsoftgun, musuh menampakkan diri, … bang !!! sebuah peluru melesat, tapi musuh berhasil menghindar sebelum peluru mengenai bagian tubuhnya. Duh …. nggak kena ….

Mengendap-endap, bertahan dari serangan musuh, dikepung dari penjuru kanan dan kiri, magazine kosong, mengisi magazine dengan terburu-buru, namun aktivitas itu terhenti saat sebuah peluru menyentuh badan. Aaahhhh …. !!!! Kemudian airsoftgun diangkat, menyerah …. berjalan sambil memanggul replika senapan itu, keluar dari area permainan …
——————————-
(more…)