Fyuuuuhhh …
Dua bulan akhirnya sudah saya lewati di tempat kerja yang baru. Berarti, tinggal satu bulan lagi masa percobaan yang harus dijalani, pasca memutuskan resign dari tempat kerja yang lama dan pindah ke media cetak di mana saya bekerja sekarang.

Masa adaptasi, baik secara fisik, mental maupun lingkungan, sudah saya anggap lewat. Kalau di bulan awal, fisik dan mental agak kaget juga, karena sudah hampir dua tahun tidak kerja di lapangan. Tapi setelah dua bulan, ya sudah terbiasa lagi, karena habitat awal saya memang di lapangan.

Meski fisik dan mental sudah bisa menerima, tapi kadang masih shock juga ditelepon atau di-SMS malam-malam yang mengabarkan ada kejadian atau peristiwa yang harus diliput … hehehehehe. Tapi seperti yang pernah saya katakan, itu konsekuensi. Jadi mau tidak mau harus dilakoni.

Ini saja, posting ini saya tulis setelah meliput peristiwa adanya barang yang dicurigai sebagai bom di kawasan Purwosari, Solo. Waktu dikabari, saya pas lagi mandi. Habis mandi, sudah ada SMS masuk yang mengabari adanya peristiwa itu. Tanpa pikir panjang, setelah berbusana (lha iya, harus berbusana, masak telanjang … ) saya langsung terbang menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Kontak sana-sini, termasuk kontak koordinator liputan, diminta habis liputan berita langsung ditulis dan dikirim ke redaksi. Oke … setelah liputan selesai, saya langsung menghentak kuda besi saya ke kantor, menerobos hujan yang turun deras di tengah perjalanan menuju kantor.

Sambil menahan dingin karena celana basah dan terpaan angin dari AC di ruangan, langsung diketik berita itu dan dikirim. Mumpung lagi semangat, langsung disambung nulis postingan ini.

Memang, yen tak pikir-pikir, apa yang dikatakan sebuah judul sinetron yang mengangkat dunia wartawan sebagai tema ceritanya itu benar. Dunia Tanpa Koma. Dunia jurnalistik, memang bisa disebut dunia tanpa koma.

Koma kan bisa diartikan jeda. Dunia tanpa koma, bisa diartikan dunia tanpa jeda. Dunia yang selalu diwarnai dengan beragam peristiwa, yang seolah tak lelah untuk muncul, tanpa jeda. Dunia, yang kadang bikin para pekerjanya ngos-ngosan, mengejar satu peristiwa ke peristiwa lain, untuk kemudian disajikan kepada penikmat informasi. Namanya peristiwa kan tidak bisa diprediksi. Tahu-tahu, mak jederrrrr …………… terjadi begitu saja.

Ya, itu hanya penafsiran saya pribadi saja. Soal apa benar maksud Dunia Tanpa Koma seperti yang divisualisasikan dalam sinetron itu memang dunia tanpa jeda, saya nggak tahu. Lagian saya juga nggak nonton sinetron itu.

Tapi seperti tadi saya bilang, ini konsekuensi dari dunia yang saya geluti dan jadi pilihan saya. Jadi, saya harus menikmatinya dengan senyum lebar, meski kadang sedikit nggresulo … hehehehehe.

Btw, wish me luck untuk melewati satu bulan terakhir dari tiga bulan masa percobaan saya. Semoga lancar ….

Bersemangat !!!!!