I remember all the fun we had
And all the tears when times were bad
But you were there when we were down and out
And I know that I will not forget
What was written and what was said
And who was there when we were not on top
Of the world
It was easier to say hello
Than to say goodbye
Now the bus will leaving once again
I’ll bid farewell to you
(penggalan lirik Farewell To You, by White Lion, album Mane Attraction)
September 2002. Saya memasuki area luas kantor sebuah media cetak di Solo, setelah sebelumnya selama empat bulan mendapat pelatihan jurnalistik di kantor pusat media bersangkutan, di Surabaya. Bertemu dengan general manager, saya mendapat penjelasan soal job description saya. Saya ditugaskan di desk kriminal dan diuji coba selama tiga bulan. Setelah lewat tiga bulan percobaan, saya sering berpindah-pindah desk peliputan. Ekonomi bisnis, pendidikan, politik, budaya, juga life style, serta dua kali ditugaskan di daerah, Klaten dan Karanganyar. Cuma desk olahraga yang belum pernah saya rasakan.
Hingga pada Januari 2005, setelah bertugas di lapangan, saya mendapat kepercayaan menjadi redaktur. Bertugas mengedit berita, memberi penugasan, mengarahkan teman-teman di lapangan, penentuan berita yang layak muat, sampai mengarahkan penataan halaman.
Dan hari ini, setelah bersama lebih dari empat tahun di Jawa Pos Radar Solo, saya harus menyampaikan hal yang berat, tapi harus. Saya resign. Mengundurkan diri dari pekerjaan saya di media tempat saya belajar banyak hal selama empat tahun lebih. Saya harus pamit dengan teman-teman yang sudah menemani hari-hari saya selama ini.
Keputusan yang berat, tapi sudah saya tunggu sejak lama. Keputusan yang saya ambil, setelah saya mendapat kepastian untuk bergabung dengan sebuah media cetak lain, yang berbasis di Semarang. Kepastian itu datang Ahad malam kemarin, dari SMS seorang kawan yang mengabarkan kepastian yang saya tunggu itu. Dan selang setengah jam, ada telepon dari wakil kepala biro Solo yang menjadi calon atasan saya, yang juga mengabarkan hal yang sama. Kepastian itu makin jelas, waktu saya menghadap kepala biro Solo calon atasan saya, Senin siang kemarin, di calon kantor saya yang baru, yang juga kantor perwakilan di Solo. Ya, saya mendapat kesempatan bergabung.
“Kalau misal kamu bisa secepatnya mulai kerja, saya malah senang,” kata kepala biro calon atasan saya.
“Mungkin baru 29 atau 30 November, saya bisa mulai kerja. Setidaknya, saya harus menyelesaikan urusan saya dengan kantor lama saya. Saya juga mesti pamit. Tidak etis rasanya, karena dulu saya datang baik-baik, masak pergi tanpa pamit,” kata saya.
“Yo, gak popo. Memang harus begitu. Datang tampak muka ya, pergi tampak punggung. Apalagi nanti kamu masih bertemu dengan teman-temanmu, masih butuh mereka. Oke kalau begitu,” ujar kepala biro calon atasan saya lagi.
Cukup berat juga, berpisah, setelah empat tahun lebih bersama. Rasanya berat sekali mengambil langkah pertama pasca saya memutuskan mengundurkan diri. Saya juga agak bingung menyampaikan hal ini pada teman-teman. Bahkan apa yang akan saya sampaikan pada saat pamitan, membuat saya kepikiran, sampai susah tidur. Tapi, itu harus saya lalui. Harus.
Empat tahun lebih bersama. Saya tidak akan melupakan semua yang telah saya lewati dan saya pelajari. Itu akan menjadi bekal untuk langkah saya selanjutnya. Lirik lagu milik White Lion yang saya kutip di atas, mungkin mewakili perasaan saya saat ini.
Farewell to you, Jawa Pos Radar Solo.
Saya sudah lulus dari salah satu “sekolah” yang pelajaran-pelajaran yang diajarkannya sangat berharga. Salah satu “sekolah” yang menempa saya menjadi seperti sekarang. Salah satu “sekolah” tempat saya menuangkan karya-karya jurnalistik saya. “Sekolah” hebat, dari sekian banyak “sekolah” yang ada, terlepas dari kekurangan yang ada. Thanks for everything.
Per 1 Desember, saya akan menghuni “sekolah” baru. Saya akan kembali ke lapangan, seperti dulu, sebelum saya menjadi redaktur. Bertugas lagi menjadi wartawan. Secara karir, mungkin menurun. Tapi, keinginan saya pribadi memang ingin kembali ke lapangan. Saya ingin melihat dunia, tidak terkungkung di balik meja. Wish me luck.
Note :
- blog ini mungkin agak sedikit terbengkalai untuk beberapa lama, karena bekerja di lapangan menyita banyak waktu. tapi, Insya Allah tetap diusahakan update.
- buat teman-teman yang sering ngobrol via YM, saya juga akan jarang online. tapi, anda bisa menghubungi saya via e-mail di irfansalafudin@yahoo.com, kalau misal kangen anda kepada saya tak tertahankan lagi …. :p
- buat teman-teman cahandong.org, mungkin saya tidak bisa bergabung dalam kegiatan-kegiatan yang akan digelar dalam waktu dekat, karena saya butuh penyesuaian di tempat baru. terlebih sebagai orang baru, saya harus patuh pada peraturan baru yang saya belum tahu seperti apa. Insya Allah, kalau memungkinkan, kalau ada acara cahandong.org, saya usahakan menyusuri jalan Solo-Jogja, agar bisa bergabung dalam kegiatan cahandong.
Now, i’m take a walk ………… hup




akhirnya!!! … hehehehe … ^_^ …
semoga ga sering suntuk lagi, ya pakdhe.
piye, tangis-tangisan rak?
btw, wis rak gondrong, to? nek wis cepak, yo mandan rak wagu nek brebes mili sithik … hekekeke …
selamat berkarya di tempat yang baru, pakdhe!!
bersemangat!!!
Comment by reena — November 28, 2006 @ 12:33 pm
ooo… iki tho jebule sing gawe kang irfan mumet…
yoh… tak dongak’ke mugo2 tambah sukses neng nggon mergawe sing anyar.
btw… group sm yo kang?
Comment by wedhouz — November 28, 2006 @ 12:40 pm
hehehhee,,, sebenernya rada sedih juga kalo mas irfan turut menyepikan dunia maya ini…

tapi saya ikut senang kalo mas irfan senang
pekerjaan wartawan tu emang aseek
pas kecil cita2ku jadi wartawan je
tapi sayang terhambat kemampuan,,, karena kemampuan saya kan jadi psikolog, hehehe:P
good luck ya! dan sering2 cerita tentang dunia jurnalisme!
Comment by chocoluv — November 28, 2006 @ 1:04 pm
huhuhuuuuu…..weruh judule jadi kaget jebul mung pindah kantor …. sukses yo kang
tak pikir mau meh mengundurkan diri seko ngeblog …. wingi yuti saiki kang irfan wes bakalan sepi kie, 2 maskot cahandong.org ilang … heheheeee
Comment by bodi — November 28, 2006 @ 3:55 pm
Selamat melanjutkan ’studi’ ke ’sekolah’ yang baru. Turun pangkat ndak masalah lah.. Saya ingat seorang wartawan senior pernah menulis begini:
Jadi selamat mengarungi lautan luas itu dan menyelamlah sedalam mungkin, bro..
..
And rock will come and rock will go
The scene will change and time will show
But still I hope that you’ll be there for me
I’ll there for you
Comment by JaF — November 28, 2006 @ 3:57 pm
Selamat, beruntung orang-orang yang bisa bekerja sesuai minat dan cita-citanya, karena kadang kita mau tapi tdk mampu atau sebaliknya…
Walaupun sebentar lagi mas irfan semakin jarang muncul, dan dunia maya (err… namaku yustin jadi harusnya dunia yustin kali hehehe…) jadi sepi, tapi tidak seorangpun yg mau egois memberatkan langkah mas irfan, malah semua berdo’a semoga mas irfan selamat sampai tujuan
eerr maksudnya semoga selalu dalam kebaikan. AMiiin…
hayah, pasti gini nih kalau ada yg mo pisahan, ngomongnya jadi belepotan, pengen nangiiss
wish you luck broer!
Comment by yustin — November 29, 2006 @ 1:16 am
wahhhh kok mendahului aku..? ya wis semoga sekolah baru lebih baik yahhh..tapi kok gak melu Outbond yah
Comment by unai — November 29, 2006 @ 1:59 am
walah Lhe… gara2 gak bisa bspidi ria dalam 3 bulan ini, banyak banget ceritamu yg Budhe gak tawu…hiks! mulai dari wartawan dikerjain (baca:dwawancara)wartawan, mpe wartawan pindah kantor
.
Sukses ya, Lhe… Slamet bekerja nak penuh semangad!
Comment by Devita Umardin — November 29, 2006 @ 2:56 am
met kerja di tempat baru, ya…
sukses aja buat kamu!! Gotchhhhhhhaaaaaaaa!!!
Comment by vi3 — November 29, 2006 @ 4:16 am
Congrulation with your new job,fan.
Wish the best *..*
Comment by uthe — November 29, 2006 @ 6:14 am
jabatan menurun gpp bro yg penting gaji menanjak. xixiixi…
congrats yah buat kerjaan yg baru, smoga betah,n semua berjalan lancar.
Comment by Dewi — November 29, 2006 @ 6:33 am
ke semarang..jo lali yo boos..!!!
Comment by pepeng — November 29, 2006 @ 10:41 am
good luck bro..
selalu ada yang harus dikorbankan demi kemajuan..
disisi pertemuan akan selalu ada perpisahan..
itulah hidup bukan??
Comment by amma — November 29, 2006 @ 6:09 pm
Whats happened, my bro? Are you oke? Just wondering.. Hope all be alright..
Baru pisah ama someone.kah?
Comment by Tina — November 30, 2006 @ 12:31 am
kalau di tempat saya biasanya gini ini ada farewell party..makan2…:)
hemm sedih juga meninggalkan temen2 ya, semoga kerasan bekerja di tempat yang baru
Comment by ririn — November 30, 2006 @ 9:15 am
sukses yo kang..
aku akan merindukan eceanmu sing atos tur ngangeni itu..
Comment by loper koran — December 1, 2006 @ 12:55 am
Hijrah itu suatu yg lumrah… semoga sukses di tempat baru nanti
Comment by Lili — December 1, 2006 @ 2:06 am
hayo mas.. mau ke jogja ga.. ke panti lagi besok sabtu..
Comment by templank — December 1, 2006 @ 7:58 am
lho, pindah ta kangmas ki? waduuuh, moga2 tempat yang baru bisa mewadahi kreatifitasmu
Comment by afin — December 1, 2006 @ 1:02 pm
akhirnya, stelah skian lama mikar-mikir.
gudlak pakde, ktemu mengko yo ng smarang wekekek…
Comment by Ash! — December 2, 2006 @ 6:18 am
selamat berkarya di tempat baru.
mumpung masih muda, masih bisa berlompat riang mencari pengalaman.
Comment by sa — December 4, 2006 @ 10:44 am
Di sana, ada kawan yang ngeblog juga. ia penulis hebat, yang biasa nulis televisi dan problemanya: aulia muhammad
udah ketemu dengannya?
Comment by Imponk — December 9, 2006 @ 7:06 pm
wahduh ketinggalapn brita.
amin.
eniwe selamat ya, semoga lebih sukses, dunia akhirat
Comment by vaye — December 12, 2006 @ 8:55 am