Sebagai wartawan, kerja saya mewawancara orang, selain melakukan reportase untuk kemudian disajikan sebagai informasi kepada pembaca yang membeli dan berlangganan - atau sekadar pinjam dari teman - koran tempat saya bekerja. Sekarang, saya memang jarang mewawancarai nara sumber, karena saya sekarang lebih banyak mengedit berita yang akan diterbitkan. Tapi, sesekali, saya masih melakukan peliputan, dan otomatis mewawancarai orang.

Tapi, sekarang giliran saya diwawancara. Untuk kepentingan artikel pula. Weladalah, saya kaget juga. Kok bisa ya?

Beberapa hari lalu, saya menerima private message dari Blogfam. Agak heran juga, karena saya memang jarang menerima private message dari Blogfam. Setelah saya baca subyek message dan saya buka terus saya baca isinya, ternyata private message berasal dari redaktur pelaksana Blogfam Magazine, dari mas Amril Taufik Gobel. Private message itu berisi sederetan pertanyaan. Saya diminta menjawab pertanyaan itu. Intinya, saya diwawancara. Gubraks ……..

Ternyata, wawancara itu berkaitan dengan tema yang akan diterbitkan Blogfam Magazine untuk edisi November mendatang. Temanya, sedikit saya kasih bocoran, blog dan media. Saya diwawancara karena termasuk praktisi media. Oooooooooo ………

Setelah mengumpulkan segenap keberanian untuk menjawab pertanyaan, mencari referensi yang tepat, akhirnya tadi siang saya kirim balik jawaban dari pertanyaan dalam wawancara via private message itu, ke emailnya Mas Amril. Ffffyyyuuuhhhhhhhhhhh ….. Semoga saja jawabannya nggak memalukan. Lha soal temanya, sebelumnya tidak pernah terpikirkan je. Eh, tahu-tahu dikasih pertanyaan dengan tema ………….. (soal tema, sori, off the record dulu …. hehehehehehe). Yo wis lah, saya usahakan bisa menjawab, meski rasanya jawabannya tidak mutu … hehehehehe. Sing penting dijawab. Ya to?

Kata Mas Amril, edisi Blogfam Magazine itu akan terbit 6 November besok. Saya jadi penasaran, tak sabar menunggu hasil wawancaranya keluar ….. hehehehehehehe