……. bercampur dengan peluh, semua orang
……. yang bermacam aroma, bikin ku pusing kepalaaaaaaaaaaa………

serba salah, nafas pun terasa sesak
berhimpitan, berdesakan, bergantungggaaaaannnnnnnnnnn
memang susah, jadi orang yang tak punya
ke mana pun, naik bis kottttaaaaaaaaaaaaaa

(cuplikan lirik lagu berjudul “Bus Kota”, dipopulerkan oleh “Ahmad Albar”, bertahun-tahun silam zaman rikiplik)

———

Tadi sore, saya berangkat ke kantor naik bus kota. Sepeda motor saya - Black Beauty Vehicle - yang setiap hari tidak pernah protes meski disuruh ke timur, utara, barat dan selatan, sedang di bengkel. Di cat lagi, karena catnya udah kusam. Ya, biar kinclong lagi, gitu …

Karena si GL Pro 1997 masih di bengkel, jadilah saya naik bus kota. Aktivitas yang sudah laaaaammmmaaaaaaaaaaaaaa sekali, gak saya lakukan. Terakhir naik bus kota, kalau nggak salah 2004, bulannya lupa, waktu motor saya dijual karena ngadat melulu dan belum beli motor pengganti lagi. Sekitar satu atau dua pekan waktu itu, saya tiap hari naik bus kota saat pagi berangkat ke tempat penugasan saya di Karanganyar. Pulangnya, nebeng motor teman sampai Solo, terus dilanjut naik bus kota lagi ke kantor.

Ya, agak tersiksa juga waktu itu, karena terbiasa ke mana-mana tinggal mancal starter terus …. wrrrroooommmmm …… menuju tempat tujuan naik motor, karena tak ada motor, ya terpaksa naik bus kota yang sedikit-sedikit berhenti naik turunin penumpang, sebentar-sebentar dengar teriakan si kenek saat nyari penumpang, kadang ditambah bonus rem mendadak dari sopir yang kadang ugal-ugalan ngejalanin busnya dengan alasan nguber setoran.

Tapi, tetap ada yang menarik saat naik bus kota. Setidaknya, bisa tidur kalau ngantuk…..hehehehehe. Naik motor juga bisa tidur, ding…. kalau ngantuk. Tapi, risikonya maut menghadang….hihihihihi.

Nah, tadi sore, waktu saya naik bus kota, karena lama buanget gak naik bus kota, saya jadi nggak tau berapa saya harus bayar ongkosnya. Mau kasih seribu, entar kurang. Seribu lima ratus? Nggak tahu juga. Akhirnya saya kasih tuh kondektur dua lembar seribuan. Terus si kondektur langsung pergi, berdiri di pintu bus kota lagi, sambil matanya lirak-lirik liat kali aja ada cewek cakep lewat….hehehehehe.

Oooooooo…..tarifnya dua ribu, to? Yo wis ….

Nah, di dalam bus kota, suasananya ya….gitu deh. Pelapis kursi yang kusam, lantai bus yang kotor, kaca bus yang tak bening, dan sebagainya dan sebagainya gambaran umum bus kota di Indonesia. Yang juga hampir selalu ada di tiap bus kota, coretan nakal tangan-tangan iseng di sandaran kursi penumpang, atau di dinding bus. Grafiti yang merusak pemandangan, karena isinya tak bermutu, juga bentuknya tak indah. Kalimat yang ditorehkan standar sekali, dan jelas tak enak dinikmati. Tapi setidaknya, bikin saya tersenyum simpul dan geleng-geleng kepala membacanya.

Mau tahu coretan usil yang dilakukan vandalis iseng yang tak rela kalo liat ada tempat bersih itu? Simak ini.

- Salam buat yang bernama Dita, dimana aja … By: Iz!
- Salam buat Andri SMP Batik 1 kelas 1 dhe
- I love you
- Aku akan menjadi kompas yang jujur yang mengarah padamu
- Salam buat Kristanto
- Salam buat Chimot, Mia, Widan, Sandy, Rizky, Rike, Budy
- Salam buat cah UNS

Itu baru coretan tak mutu - yang rata-rata berisi salam - yang ada di sandaran kursi penumpang yang posisinya tepat di depan saya dan bisa saya baca dengan jelas, serta di sandaran kursi penumpang di seberang samping saya. Lain-lainnya, wah….maaf, saya males menjelajah bus itu hanya untuk menemukan coretan tak bermutu dan iseng mengetiknya di HP saya.

Coretan tak mutu itu yang menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini. Makanya kemudian saya iseng mengetik kalimat-kalimat ra genah itu ke HP saya, karena mau saya masukkan ke postingan…hehehehehe.

Meski saya bukan pelanggan bus kota, tapi, jujur, saya sangat mendambakan adanya bus kota yang bersih, rapi dan nyaman untuk dinaiki. Tidak kotor dan kusam seperti sekarang, yang membuat duduk selama perjalanan rasanya tak nyaman.

Tapi, karena situasi dan kondisi saat ini tidak memungkinkan impian saya itu terwujud, ya….nikmati dulu lah apa adanya, suasana bus kota, yang rasanya sangat gamblang digambarkan Ahmad Albar dalam lagu Bus Kota yang dulu sangat beken dan jadi hits, waktu saya masih SD.

———-

……………… ku lari-lari dikejar bus kota
……………… karena ku bayar kurang dua lima
……………… dan akhirnya, aku ditabrak honda

(plesetan lirik lagu Bus Kota, yang dulu iseng dilakukan saya dan teman-teman waktu masih di SMA kelas 1….hehehehehehe)