“Ssssstttt……..rezeki yang saya nantikan itu saat ini belum menjadi milik saya. Teman kita yang mendapat rezeki itu,” kata saya, kepada rekan saya, seraya menyebutkan nama teman kami yang mendapat rezeki itu.
Rekan saya kaget, mendengar pernyataan saya.
“Yang benar?” tanya rekan saya.
Saya mengangguk, seraya tersenyum. “Gimana lagi, karena memang belum rezeki saya.”
“Ya sudahlah, nggak papa. Aku senang, kamu bisa berjiwa besar menerima hal itu,” kata rekan saya kepada saya.
Jiwa besar…..
Jiwa besar………
Dua suku kata itu kemudian terngiang-ngiang di benak saya. Jiwa besar. Ya, saya harus berjiwa besar. Meski berat, tapi hanya itu yang bisa saya lakukan saat ini. Tapi, Alhamdulillah…..saya masih ingat untuk bersyukur. Jiwa besar. Lapang dada. Sabar. Saya dapat pelajaran baru.
NB : tadi pagi, solo diguncang gempa. beberapa lama kemudian, baru tahu dari berita di televisi, ternyata gempa lebih hebat mengguncang jogja. dampaknya lebih parah di jogja. sepertinya, gempa itu lahir dari aktivitas gunung merapi.




Piye kabare, bos? Ikut prihatin sama Jogja dan sekitarnya yang diguncang gempa..
Comment by JaF — May 27, 2006 @ 6:55 am
Bencana….
Kenapa suatu kaum dapat ditimpa bencana,apakah itu terjadi begitu saja…bahkan tidak hanya satu kaum saja…
dapatlah seharusnya diambil pelajaran, hikmah, kepada kita yang selamat…
ada apa dibalik ini semua, kesalahan apa yang telah dibuat…
kita semua manusia yang hidup dengan berbatas, berbatas pada aturan Tuhan…tidak sebebasnya melakukan semua hal…
Mudah-mudahan limpahan rahmatNya masih menyertai kita semua…
Comment by zwiesankanparan — May 27, 2006 @ 1:08 pm
namanya juga Besar .. ya pasti berat …..
kalo kecil .. baru enteng .. hehe
Comment by johan — May 27, 2006 @ 2:50 pm
Nongol juga bro. :p
Iya, sabar yah klo rezeki lom hinggap, mungkin belum waktunya.
Btw, tempat lo gak kena gempa yak? sukur deh. Gw mo sms elo tp gak tau no HP elo.
Comment by dewi — May 28, 2006 @ 11:13 am
Yah klu ntar udah rejeki mah ga kan kemana juga
btw, gempanya tektonik mas, bukan vulaknik akibat gunung berapi, itu karna pergeseran lempeng bumi, pulo jawa memang dilewati sesar aktif menerus dari sumatera, weleh jadi kuliah geologi ;-p
Comment by vaye — May 29, 2006 @ 4:43 am
sabar mas…
pernah baca buku judulnya berpikir dan berjiwa besar karangane D.J. Schwartz, bagus loh…
Comment by al — May 29, 2006 @ 5:53 am
berjiwa besar sambil dendam gitu,gimana yah???
ow disolo juga terasa yah?? but yg dijogja,kesihan euyy
Comment by MissUnperfect — May 29, 2006 @ 7:57 pm
rejeki nggak akan kemana to mas….
pas itu aku lagi di purworejo, serem..
Comment by Di — May 30, 2006 @ 5:56 am
wah ralat tuh om! bukan dari aktifitas gunung merapi, tapi dari lempeng 2 benua yang berbenturan. eniwei klo mo tau kabar saya klik ini, yak! hugs, c ya…
Comment by sash — May 30, 2006 @ 1:35 pm
saya selamat. moge rekan-rekan blogger lain juga. oya, kunjungi http://helpjogja.net for more ifo
Comment by zam — May 31, 2006 @ 7:55 am
Insya Allah jika kita ikhlas, nanti akan di ganti oleh Allah aamiin.
kagum deh sama irfan yg berjiwa besar
Comment by Lili — May 31, 2006 @ 2:29 pm
Lha…kamu bukannya masi kecil Lhe? Kok jiwanya bisa besar? :p
Comment by Devita Umardin — June 1, 2006 @ 12:48 am
oh iyah Fan, mengenai gempa, apakah kamu dan keluarga baik2 saja? Ummi khawatir, kasih kabar yaa
Comment by Lili — June 1, 2006 @ 11:25 am
solo gapapa kan mas? alku malah belum ke solo nih… capek bgt disini *fyuuh*
Comment by thestoopid — June 2, 2006 @ 3:29 am
akan selalu ada yang lebih besar bagi yang berjiwa besar!
hidup besar!!!
emang ga dapet apaan, seh??? lotere?
btw, syukurlah dirimu gapapa & yg jelas, dah mo ngeblog lagi!!! yipppiiiii!
Comment by reena — June 2, 2006 @ 6:56 am
iyaiya
yang sabar ya
*hug mode ON*
Comment by atta — June 4, 2006 @ 7:22 am