“Ssssstttt……..rezeki yang saya nantikan itu saat ini belum menjadi milik saya. Teman kita yang mendapat rezeki itu,” kata saya, kepada rekan saya, seraya menyebutkan nama teman kami yang mendapat rezeki itu.
Rekan saya kaget, mendengar pernyataan saya.
“Yang benar?” tanya rekan saya.
Saya mengangguk, seraya tersenyum. “Gimana lagi, karena memang belum rezeki saya.”
“Ya sudahlah, nggak papa. Aku senang, kamu bisa berjiwa besar menerima hal itu,” kata rekan saya kepada saya.
Jiwa besar…..
Jiwa besar………
Dua suku kata itu kemudian terngiang-ngiang di benak saya. Jiwa besar. Ya, saya harus berjiwa besar. Meski berat, tapi hanya itu yang bisa saya lakukan saat ini. Tapi, Alhamdulillah…..saya masih ingat untuk bersyukur. Jiwa besar. Lapang dada. Sabar. Saya dapat pelajaran baru.
NB : tadi pagi, solo diguncang gempa. beberapa lama kemudian, baru tahu dari berita di televisi, ternyata gempa lebih hebat mengguncang jogja. dampaknya lebih parah di jogja. sepertinya, gempa itu lahir dari aktivitas gunung merapi.



