Rolling Stones Indonesia edisi Maret. Ada salah satu artikel hasil wawancara dengan Axl Rose, pentolan Guns N Roses (GNR), band yang ketika jaya mempunyai julukan maut, nde mos denjereus bend in nde weld (the most dangerous band in the world, band paling merbayani sak ndonya). Ada juga fotonya Axl. Rambutnya dikepang kecil-kecil model rasta. Dagunya berjenggot. Dia ngomong soal Chinese Democracy, juga tentang reuni GNR.

Basi sebetulnya, kalo dia ngomong lagi soal Chinese Democracy. Album baru GNR minus Slash, Duff McKagan, Izzy Stradlin dan Matt Sorum (Matt masuk menggantikan Steven Adler, drummer asli, yang dipecat karena masalah narkoba ketika memasuki proses rekaman Use Your Illusion), tapi dengan personel GNR baru. Hanya Axl satu-satunya personel asli GNR. Sudah sejak bertahun lalu, dia gembar-gembor akan merilis album itu. Nyatanya? Sampai sekarang gak keluar juga.

Jujur, saya penasaran sekali dengan Chinese Democracy. Seperti apa GNR - yang sekarang notabene hanya Axl - minus semua personel hebatnya. Apakah lagu-lagunya akan bernyawa, seperti yang terserak di album Lies, Appetite for Destruction, Use Your Illusion I & II dan Spaghetti Incident?

Kalau dari segi vokal, mungkin Axl masih bisa memperlihatkan kekuatannya. Tapi dari segi musikal? Apa akan ada intro lagu seterkenal Sweet Child O” MIne? Apa bisa melodi keren seperti di lagu November Rain dibuat lagi? Apa akan ada lagi lagu satir tentang perang yang bagus seperti Civil War? Atau lagu tentang keputusasaan berbalut aransemen keren seperti Estranged?

Pertanyaan itu baru terjawab kalau Chinese Democracy bener-bener dirilis tahun ini. Saya mungkin akan langsung memburunya di toko kaset, jika album itu benar-benar keluar nanti. Tentu, untuk membunuh rasa penasaran saya.

Guns N Roses. Band yang personel awalnya merupakan hasil merger dua band, LA Guns dan Stone Roses. Lahir kala glamrock memasuki paruh akhir kejayaannya. Dan bubar, karena kekisruhan antar personel.

Terakhir, sebelum bubar, dengan personel lama - Axl, Slash, Gilby Clarke (pengganti Izzy yang mundur), Duff, Dizzy, Matt - mereka mengeluarkan singel Simpathy for the Devil, yang jadi soundtrack film Interview with Vampire. Kemudian, mereka bubar.

Tahun 1999, Axl kembali mengusung bendera GNR berpersonel baru, mengeluarkan singel Oh My God, yang jadi soundtrack-nya film End of Days, dibintangi Arnold Suasanasegar. Tak lama kemudian, Chinese Democracy mulai didengungkan sebagai album teranyar GNR. Dan sampai sekarang nggak keluar juga.

Saya ingin melihat, benarkah lewat Chinese Democracy bakal membuat GNR menjadi nde mos denjereus bend in nde weld lagi. Itu saja. Kalaupun lagunya akan sebagus GNR di masa kejayaannya, itu hanya keuntungan lain dari orang-orang yang membeli album itu.

Oh ya, soal reuni GNR, hmmm….sepertinya nggak mungkin. Dalam artikel di majalan Rolling Stones itu, Axl mengaku tak pernah bicara dengan Slash lagi selama sepuluh tahun ini. Tapi belum lama ini, dia mengaku bicara dengan Izzy.

Tapi dari beberapa artikel yang saya baca dan kebetulan ada berita GNR-nya, reuni itu rasanya sulit terealisasi. Itu karena masing-masing personel lama GNR sudah telanjur nggak suka dengan Axl. Tapi bukan tidak mungkin juga, situasi berbalik dan reuni itu benar-benar terjadi.

irf
(penikmat musiknya Guns N Roses, si “nde mos denjereus bend in nde weld”. juga penggemar berat Slash dengan gitar Gibson Les Paul-nya)