Let’s talk about music….

Belakangan, saya sedang senang bernostalgia, kembali ke zaman masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Waktu saya lagi senang-senangnya mendengarkan musik bergenre speed metal milik Helloween.

Hampir tiap hari, dua speaker kecil di samping komputer tempat saya bekerja meneriakkan lengkingan vokal Michael Kiske, sayatan gitar Michael Weikath dan Kai Hansen, cabikan bass Markus Grosskopf dan gebukan drum Ingo Schwichtenberg. 18 lagu dari album Keeper of the Seven Keys I dan Keeper of the Seven Keys II hampir tiap hari meracuni kuping-kuping teman saya di kantor, yang mungkin nggak senang mendengarkan musik yang saya putar. Hehehehe……

Yah, saya lagi senang bernostalgia dengan Helloween. Hampir tiap hari, saya bekerja sambil menggerakkan kaki mengikuti dentuman bass drum, atau menarikan jemari seolah sedang menyayat dawai, atau kadang ber-headbanging kecil-kecilan menikmati musik berisik-nya Helloween.

Dari sekian banyak album yang dikeluarkan Helloween, hanya dua album yang sungguh-sungguh saya suka. Ya, Keeper of the Seven Keys I dan Keeper of the Seven Keys II itu. Semua lagu yang ada di dua album itu - menurut saya - bagus semua. Di album itu pula, beberapa masterpiece Helloween berada. Seperti Future World, I Want Out, Dr Stein, termasuk A Tale That Wasn’t Right.

Buat mereka yang tak suka speed metal, mungkin asing dengan lagu itu. Tapi bagi para rocker atau yang merasa dirinya sok rocker - maksudnya rocker disini adalah para pendengar musik rock - yang pernah merasakan kejayaan speed metal, lagu-lagu itu bisa disebut lagu wajib. Oh ya, sekadar tahu, dua album itu dirilis - kalo gak salah - sekitar 1988-1989. Saya lupa. Jadi pas album itu dirilis, saya masih SD. Dan baru tahu musiknya Helloween pas SMA kelas 1.

Nah, beberapa waktu lalu, waktu saya sedang menduplikatkan kunci pintu di salah satu pusat perbelanjaan, saya iseng mampir ke penjual kaset yang ada di depan si tukang kunci. Saya ambil salah satu bendel CD MP3 - bajakan tentu - yang diletakkan di atas meja. Lalu iseng saya buka-buka.

Dan mata saya terpana, saat mendapati satu CD MP3 - bajakan tentunya - dari Helloween, di salah satu bendel yang saya ambil. Langsung, saya minta sama si penjual kaset, untuk mengambilkan CD MP3 - sekali lagi bajakan - untuk dicoba. Setelah memastikan isinya sesuai dengan covernya - benar-benar ada lagu-lagunya Helloween yang direkam - saya bayar CD MP3 itu. Rp 10 ribu, saudara-saudara.

Saya beli CD MP3 itu, karena sejak lama saya ingin mendengarkan lagi musiknya Helloween, terutama dari album Keeper of the Seven Keys I & II, juga album live mereka bertajuk Helloween Live In The UK. Tapi beberapa toko kaset yang saya ubek sudah tidak menjual album itu. Kalaupun ada, paling album Chameleon. Di deretan penjual kaset bekas di Pasar Beringharjo Jogja - salah satu tempat favorit saya dalam berburu kaset - juga sudah tidak ada kasetnya. Kalaupun ada, hanya rekaman bajakan dengan cover kaset yang difotokopi. Wah, ogah….

Eh, lha kok saya malah ketemu sama CD MP3-nya. Ya udah, karena sudah ingin bernostalgia sambil berheadbanging, saya beli CD MP3 itu. Laiknya CD MP3, di CD itu juga terekam beberapa albumnya Helloween. Lalu saya copy isi CP MP3 itu ke dalam hard disk komputer yang biasa saya pakai kerja. Tapi tidak semua. Hanya album Keeper of the Seven Keys I, Keeper of the Seven Keys II, Chameleon dan The Best The Rest The Rare. Yang saya sebut terakhir adalah album kompilasi lagu terbaiknya Helloween. Sayang, yang album Live In The UK nggak ada.

Saya pernah melihat konser mereka, saat mereka main di Jogja, sekitar 2,5 tahun silam. Meski vokalis, drummer dan salah satu gitarisnya sudah ganti, tapi permainan mereka tetap memukau saya.

… Cause we are live
… In Future World
… A world that’s full of love….

(Future World, Keeper of the Seven Keys II)