Sekarang katak tak lagi terkungkung
Ia bisa melihat dunia luar
Karena tak lagi terkurung di balik tempurung
———–

Baru beberapa bulan – tepatnya sejak Agustus 2005 – saya bersinggungan dengan dunia blog. Pada bulan yang sama pula, saya berinteraksi dengan sebuah komunitas berisi para blogger dari berbagai belahan bumi. Yaitu Blogger Family atau lazim dipanggil Blogfam.

Buat saya, Blogfam adalah dunia yang unik. Dunia yang membuat para blogger – yang tergabung di dalamnya – bisa menjelajah dunia. Tidak lagi terkurung dalam tempurung seperti katak. Tempurung di sini maksudnya blog yang dibuat si blogger dan si katak adalah blogger itu sendiri.

Blogfam memang bukan satu-satunya media yang memungkinkan si katak (blogger) menghancurkan tempurung (blog-nya sendiri) yang mengungkungnya untuk bisa melihat dunia yang lebar. Tanpa bergabung dengan Blogfam pun, si blogger tetap bisa menjelajah dunia dan berinteraksi dengan blogger lain melalui caranya sendiri. Entah dengan menyebar alamat blog-nya lewat milis, memberi tahu temannya bahwa dia punya blog, kirim sms pemberitahuan, atau beragam cara lain untuk mempromosikan blog miliknya.

Tapi – menurut penilaian saya – rasanya sebagian besar blogger yang merasa berkebangsaan Indonesia mamakai Blogfam sebagai benang merah yang menghubungkannya dengan blogger lain. Lalu pada akhirnya, mereka bisa meloncat-loncat seperti katak dari satu blog ke blog yang lain, yang juga terikat dalam wadah bernama Blogfam. Tak lagi ngendon di balik batok kelapa.

Coba tanya semua anggota Blogfam, apakah ada di antara mereka yang tetap terkungkung di dalam tempurung setelah bergabung dengan Blogfam? Apakah ada di antara mereka yang tetap menjadi katak yang tak bisa meloncat kesana kemari antara blog satu dengan yang lain karena terkungkung dalam tempurung setelah bergabung dengan Blogfam?

Saya yakin jawabannya tidak. Kalaupun ada, kasihan betul si blogger itu.

Itulah uniknya Blogfam, menurut saya. Dia adalah media yang menjadi benang merah penghubung blogger yang satu dengan yang lain untuk saling berinteraksi. Blogfam membuat para blogger saling berinteraksi, saling kunjung ke blog masing-masing, lalu berjejaring, membentuk pertemanan, dengan lebih efektif.

Dan jejaring itu tidak lagi hanya sebatas di dunia maya, tapi juga di dunia nyata, meski baru dirasakan sebagian anggota Blogfam. Hohoho…berarti Blogfam juga sudah memecah tempurung ”dunia maya” yang mengungkungnya.

Sebagian besar anggota Blogfam – saya yakin – belum pernah bertemu antara yang satu dengan yang lain. Tapi, disini pula, saya menemukan lagi keunikan dari Blogfam. Ada kehangatan sebuah keluarga yang saya temukan di Blogfam. Terlepas dari mottonya yang ”we are a virtual family”, Blogfam memang menawarkan kehangatan sebuah keluarga. Keluarga di dunia maya.

Aneh, kan? Tanpa belum pernah bertemu, tapi sebagian besar anggota Blogfam bisa berteman dan bersahabat laiknya orang yang sudah lama berinteraksi.

Apapun, saya menemukan dunia unik dari sebuah situs komunitas yang bernama Blogfam. Dari seekor katak yang tak tahu luasnya dunia karena pandangannya dibatasi tempurung kelapa, saya kemudian tahu indahnya dunia. Saya sekarang tak lagi terbelenggu tempurung.

Katak-katak itu sekarang bebas meloncat-loncat, saling kunjung ke katak-katak lain. Karena ia sudah berada di luar tempurung.

(6 Des 2005, 10.12)