Selasa, 18 Oktober kemarin, Jawa Pos memuat
artikel soal peluncuran komik terbaru serial Asterix.
Judulnya Asterix and The Falling Sky (Asterix dan Langit Jatuh). Komik Asterix ke-33 dirilis akhir pekan lalu di 27 negara dan dalam 13 bahasa.
Karya Albert Uderzo itu langsung mendapat
respons hebat, memecahkan rekor
penjualan komik dunia, langsung terjual 8 juta kopi.

Sebagai penggemar serial Asterix - saya
baca serial ini sejak SD - tentu saja
artikel itu saya lalap sampai habis. Sayang tidak disebutkan, apakah komik Asterix terbaru itu sudah beredar di Indonesia atau belum. Kayaknya sih belum… (wuah, udah gak sabar pingin baca padahal….hehehe)

Sekadar tahu, Asterix and The Falling Sky dikerjakan sendiri oleh Uderzo, 78. Partnernya, Larry Goscinny, sudah meninggal pada 1977 lalu. Dua orang inilah yang membuat karakter Asterix, termasuk tokoh2 lain seperti si gendut Obelix, dukun Panoramix, penyanyi gagal Asurancetourix, dan seabrek tokoh lain dalam komik yang membuat pembacanya selalu terkekeh saat membacanya itu….

Berbeda dari komik Asterix sebelumnya, komik ini menawarkan nuansa baru. Yaitu nuansa politis. Cerita yang dibuat Uderzo banyak yang menyinggung dan meledek Amerika Serikat, khususnya Presiden George W Bush.

Ceritanya juga agak melenceng dari cerita komik Asterix yang dulu. Diceritakan, ada makhluk angkasa luar yang berusaha mendapat ramuan kekuatan milik Panoramix. “Alien” itu datang dari planet TADSYLWINE (anagram dari Walt Disney), dipimpin oleh HUBS (anagram BUSH).

Lalu datang kelompok “alien” lain bernama NAGMAS (anagram komik Jepang Mangas yang makin populer di Prancis). Kedua kelompok itu bersaing dan menculik Panoramix. Di tengah persaingan, sempat ada gangguan dari musuh abadi Asterix dkk, yaitu pasukan Romawi dan kelompok bajak laut yang selalu sial.

Gak usah ditanya, sudah pasti Asterix yang akhirnya menang. Dan di akhir komik, pembaca bakal disuguhi gambar suasana pesta besar di desa Asterix, yang berada di pinggir laut, dibentengi tonggak kayu dan dikelilingi empat benteng pasukan Romawi yang selalu kalah dipukuli Asterix dkk.

Menurut Uderzo - yang tertulis di artikel itu - pesan komik ini sederhana. Bukan hanya mengkritik Amerika dan Bush, tapi juga sikap pesimistis yang sedang menghantui Prancis. Dengan komik ini, Uderzo menyampaikan bahwa di tengah-tengah tekanan globalisasi, nilai-nilai kehidupan Gailic (Prancis) akan tetap unggul.

Wah, jadi sangat penasaran bagaimana isi dan cerita, juga gambar-gambar yang ada di komik Asterix terbaru itu. Maklum, sudah lama sekali gak ada komik Asterix yang baru. Malah, judul seri terakhir yang saya baca juga sudah lupa. Kapan ya, beredar di Indonesia?

(gambarnya download dari internet, setelah nyari pake serc enjin)