Masya Allah, dunia penerbangan Indonesia harus menangis lagi. Beberapa hari lalu Mandala Airlines mengalami nahas, gagal take off kemudian jatuh di pemukiman padat penduduk dan terbakar. Hampir 150 orang tewas dalam kejadian itu. Kejadiannya di Medan.
(Sebetulnya udah dari kemarin-kemarin ingin nulis soal ini. Tapi susah banget nemu kalimat yang pas. Gak tau, kenapa. Udah nyoba nulis, tapi sulit banget buat bikin ending-nya.)
Kalo baca, dengar atau liat berita soal kecelakaan pesawat, saya jadi langsung teringat kejadian yang menimpa Lion Air, saat mengalami kecelakaan di Solo, awal Desember 2004 lalu. Saya kebetulan waktu itu yang ditugaskan untuk meliput kejadian itu. Malam-malam, di tengah guyuran hujan deras, saya melihat kejadian yang tidak pernah saya lupakan.
Pesawat nahas setelah landing, tapi gagal, kemudian keluar landasan. Bodinya terpatah di bagian tengah. Korbannya (kalau tidak salah ingat) 15-an orang. Belum lagi yang luka.
Tapi dibandingkan kejadian di Medan, apa yang saya lihat tidak ada apa-apanya. Jumlah korban di Medan jauh lebih banyak. Namun apa yang saya rasakan sama. Duka, sedih, tapi ada bahagia. Duka dan sedih karena orang tercinta, sanak saudara, calon pasangan hidup, anak, cucu, kakek atau relasi, menjadi korban tewas. Tapi ada bahagia, karena ada yang selamat dari musibah mengerikan itu.
Waktu melihat lewat televisi apa yang terjadi di Medan, saya merinding. Ingatan saya langsung meloncat waktu saya meliput nahas Lion Air. Ada sepekan, saya tiap hari berkeliaran di area kecelakaan, mencari data untuk dijadikan laporan, mengejar narasumber soal penyebab kecelakaan, dan sebagainya.
Waktu melihat nahas Mandala di televisi, saya cuma bisa berkata dalam hati, “Ya Allah, kenapa kejadian nahas dunia penerbangan terulang lagi. Bahkan ini lebih parah?”
Semua orang pasti berharap, agar kejadian yang sama tidak terulang lagi. Dan semoga itu bisa terwujud. Semoga saja, dunia penerbangan Indonesia tidak menangis lagi…..




amin.. semoga nggak terulang lagi. cukup seram aja ngeliat dan ngedengar berita, kok kayaknya mau naik apapun di indonesia ini kurang aman. ^^;
Comment by donna — September 9, 2005 @ 4:36 am
semuanya Tuhan yang atur ya.. kalo Tuhan bilang terjadi ya terjadi deh..
btw, vi3 besok lewat solo lho.. lewat solo balapan karena vi3 naek kereta..
Comment by vi3 — September 9, 2005 @ 5:24 am
sama irfan..gw juga turut sediih N berduka cita dgn kejadian mandala AirLines.anywayz,finally blog kamu kebuka..setelah beberapa hari error digw *sdikit aneh ha!*
Comment by utHe — September 9, 2005 @ 6:40 am
Innalillahi wainnailaihi rojiun. Semua titipan Allah, jadi Allah jua Sang Maha Penentu. Tapi Irfn gak takut naik pesawat kan??
indralili@ureach.com
silahkan di add yah ke ac FS Fawwaz, Jazzakillah sebelumnya
Comment by Lili — September 9, 2005 @ 7:04 am
makasih dah mampir ke blog ku irf
Sedih juga yah, tapi semua sudah di atur oleh Allah
Kita tinggal berusaha agar dunia penerbangan indonesia aman dan tidak terjadikejadian serupa kembali. Amin
*jadi takut naek pesawat*
Comment by Di — September 9, 2005 @ 8:31 am
waaaaaah…… lam kenal juga ya Irfan… Btw klo gelang masih sisa nanti gw kabarin yah. Sering2 dateng yaah.
Ngomong2 tentang Tragedi Mandala, emang patut disayangkan kok kejadian ini harus terjadi lg setelah lom lama Lion Air juga jatuh. Semoga pemerintah bs lebh concern lg ama sistem per Aviasian n perundangan nya di Indonesia. Skali lg, turut berduka cita yg sedalam2nya
Comment by Ad@m — September 9, 2005 @ 1:33 pm
Jadi ketawa liat comment kamu, Fan. Saya lage mencobain google ad, berhubung kalo pakai bhs indo, iklan2nya malah iklan2 layanan masyarakat, jadi coba2 inggris dulu. However, kayanya saya balik ke tripod aja lagi, soalnya lama2 ga enak pake inggris, kayanya ga akrab sama sesama blogger indo jadinya.Mungkin bulan depan saya balek lagi ke tripod saya. Lagian disitu bisa pakai smiley2 koleksi sendiri. Mungkin butuh perombakan besar2an bulan depan krn banyak yg harus dipindahin.
Comment by Lili — September 10, 2005 @ 12:10 am