Tulisan ini masih ada hubungannya - meski sedikit - dengan tulisan sebelumnya berjudul “Nina”.
Di postingan berjudul “Nina”, saya menulis soal kesan saya akan keramahan seorang penyanyi bernama Nina, yang sebelum bersolo karis namanya melambung bareng kelompok vokal Warna. Ramah banget, orangnya. Padahal kalo misalnya dia agak kemayu dan jaim pun, mungkin orang awam tidak akan banyak yang protes. “Maklum, orang terkenal,” mungkin begitu pikir orang awam, kalo misalnya melihat seorang public figure kemayu dan jaim.
Sebetulnya, tidak hanya Nina yang sudah saya rasakan keramahannya. Banyak. Pekerjaan saya sebagai jurnalis, membuat saya sering ditugaskan bos saya untuk meliput acara hiburan - terutama konser - dari public figure terkenal. Tidak jarang pula, ada sesi wawancara dengan si artis yang tampil.
(more…)



