Jum’at, 26 Agustus kemarin, saya dapat telpon dari Sony BMG Indonesia, perusahaan rekaman yang menaungi beberapa penyanyi dan band terkenal. Orang yang telpon mengundang saya - nama orang itu Mas Meidi (gak tau nulis namanya bener atau tidak) - untuk ketemu dengan Nina Tamam, penyanyi jebolan kelompok vokal Warna, yang sedang promo tour album solo perdananya - judul albumnya Nina - di Solo, pada Sabtu keesokan harinya.

Undangan itu lalu saya sampaikan ke Redpel saya, yang kemudian menugaskan saya untuk mewawancarai Nina. Hari Sabtu siang, saya ditelpon lagi sama Mas Meidi. Dia memberitahukan kalau jadwal saya ketemu dengan Nina di Hotel Lor In Solo pukul 17.00. Saya pun berangkat ke hotel itu sebelum pukul 17.00.

Setelah minta resepsionis untuk menghubungi orang Sony BMG yang sedang istirahat di kamarnya, saya diminta menunggu di lobi hotel. Saya pun duduk di salah satu kursi yang tersedia.

Beberapa saat menunggu, Nina - saat itu dia memakai tank top hitam, celana kargo hijau dan topi berbahan jeans, sementara kakinya dialasi sandal - datang ke lobi, bersama salah satu temannya (atau saudaranya ya? lupa….). Tapi saya masih diam, karena belum ketemu dengan orang Sony BMG. Nina pun mondar-mandir di lobi, menemui (mungkin) kenalannya.

Tidak lama kemudian, Mas Meidi datang di lobi. Dia langsung menemui saya, setelah sebelumnya bertanya, benar tidak kalau saya orang yang diundangnya. Maklum, karena sebelumnya belum pernah ketemu. Dia lalu menemui Nina dan mengenalkannya kepada saya.

Dan saya sangat terkesan dengan sambutan Nina pas berjabat tangan dengan saya.
“Masya Allah…… kenapa diam saja?” kata Nina, sambil tangan saya yang masih menjabat tangannya diguncang-guncangkan, persis seperti bentuk jabat tangan dua orang yang lama tidak ketemu. (Mungkin) Nina ngomong seperti itu, karena pas Nina lewat di depan saya di lobi waktu saya menunggunya, saya tidak ngomong atau menemuinya, kalau saya yang bakal mewawancarainya. Sejurus kemudian, wawancara pun terjadi. Suasananya juga asyik, karena saya seperti ngobrol dengan teman lama, meski saya tahu kalau orang yang ada di depan saya seorang PUBLIC FIGURE, yang sebelumnya cuma saya ketahui dari televisi atau koran.

Sampai hari ini, saya masih terkesan dengan keramahan yang ditunjukkan Nina. Saya juga merasa, dia ramah seperti itu bukan karena saya jurnalis dan dia sebagai artis yang akan diwawancarai. Tapi memang karena dia ramah. Akan lain kesannya, kalau dia ramah karena dia butuh publikasi. Cara dia berjabat tangan dan menyapa saya - jika dia ramah karena hanya butuh publikasi - tidak akan seperti itu.

Well, semoga keramahan Nina yang pasti juga diperlihatkannya di atas panggung - ya pastilah. Kalau dia tidak ramah di atas panggung, mungkin dia bakal dilempari penonton…hehehe - memang sifat aslinya. Keramahan yang saya rasakan juga memang karena itu sifat bawaannya. Bukan sifat yang dibuat-buat. Salute for you…..

NB : sampai hari dimana saya menulis ini, saya belum tau seperti apa lagu-lagunya Nina yang ada di album solo perdananya. I’m sorry, Nina! hehehehe….